SMP UNGGULAN AISYIYAH BANTUL SIAPKAN AKREDITASI DI TENGAH PANDEMI

Selasa, 23 Maret 2021 SMP Unggulan Asiyiyah Bantul mengadakan kegiatan persiapan akreditasi sekolah bersama dengan Bapak Kuwatana, M.Pd selaku pemateri dan juga selaku pengawas SMP Unggulan Aisyiyah Bantul. Bertempat di aula kelas IX Hajar Halimah, kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru/karyawan serta lima orang perwakilan komite sekolah SMP Unggulan Aisyiyah Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bukti bahwa sekolah benar-benar mempersiapkan akreditasi dengan baik yang nantinya akan dilakukan pada bulan Juli 2021 mendatang.

SMP Unggulan Aisyiyah Bantul pada tahun ini berkempatan masuk dalam sasaran sekolah yang akan di akreditasi di tahun 2021 untuk memperbaharui akreditasinya yang sempat tertunda di tahun 2020 karena pandemi Covid-19 bersama dengan sekolah-sekolah lainnya di wilayah Yogyakarta terkhusus di wilayah Bantul. SMP Unggulan Aisyiyah Bantul telah terakreditasi A sejak lima tahun yang lalu. Hal ini membuktikan bahwa sekolah mengedepankan mutu kualitas lulusan yang memiliki daya saing dan berkarakter unggul.  Sekolah berkeyakinan di tahun ini nanti akan tetap mempertahankan peringkat akreditasinya.

Dalam sambutannya, Ibu Hj. Khusnul Hanifah, S.Pd.Si selaku kepala sekolah menjelaskan bahwa SMP Unggulan Aisyiyah Bantul masuk dalam kategori sasaran sekolah yang akan di akreditasi oleh BAN-S/M. “InsyaAllah di tahun ini SMP Unggulan Aisyiyah Bantul masuk dalam kategori sasaran sekolah yang akan di akreditasi di tahun 2021. Kami berharap dan berkeyakinan bersama bapak/ibu guru karyawan, SMP Unggulan Aisyiyah Bantul akan mempertahankan peringkat akreditasi A”, tegasnya. Selaku Kepala Sekolah, ia sangat yakin bersama guru-guru muda yang progresif dan karyawan SMP Unggulan Aisyiyah Bantul yang solid dan kompak akan siap dalam mengahadapi akreditasi sekolah nantinya.

Selaku pemateri dan juga pengawas, Bapak Kuwatana menyampaikan, “Akreditasi merupakan penilaian (asesmen) sekolah secara sistematis dan komprehensif melalui kegiatan evaluasi internal dan evaluasi eksternal (visitasi) untuk menentukan kelayakan dan kinerja sekolah”. Menurutnya, sekolah perlu menyiapkan beberapa aspek penilaian yang terdiri dari aspek internal maupun ekternal sejak jauh hari. Ada empat komponen sasaran penilaian akreditasi yaitu mutu lulusan, proses pembelajaran, mutu guru dan manajemen sekolah. “Selain aspek tersebut, ada empat aspek penting dalam pembuktian kinerja yang harus dipersiapkan oleh sekolah yakni aspek observasi, wawancara, dokumen, dan angket.”, imbuhnya.

Di masa pandemi saat ini tentu menjadi tantangan tersendiri untuk menyiapkan beberapa aspek di atas bagi sekolah-sekolah yang akan di akreditasi, namun kesemuanya tidak akan menjadikan hasil yang maksimal tanpa adanya kerjasama yang solid antar tim, baik kepala sekolah, guru, karyawan maupun komite sekolah. (L.A)